Penguatan Kualitas Lingkungan Tapak melalui Penanaman dan Penghijauan di Area Koperasi Merah Putih Jalan A. Hadjerah II, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan
Abstract
ABSTRAK
Kawasan Koperasi Merah Putih di Jalan A. Hadjerah II, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, menghadapi persoalan kualitas lingkungan tapak setelah tahap konstruksi selesai. Halaman bangunan tampak gersang tanpa tutupan vegetasi, dan sampah sisa pembangunan masih berserakan di beberapa sisi area. Kondisi tersebut menurunkan kenyamanan termal pengguna dan melemahkan nilai estetika kawasan sebagai fasilitas publik. Artikel ini menjabarkan kondisi tapak sebelum dan sesudah program, menguraikan proses pelaksanaan penanaman secara partisipatif-kolaboratif, serta menilai perubahan kualitas tapak yang dihasilkan. Program dilaksanakan pada 22 April 2026 melalui lima tahap, yaitu survei lokasi, koordinasi dan perizinan, pengadaan bibit, kerja bakti pembersihan lahan, dan penanaman. Pelaksana program melibatkan delapan mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar, sembilan mahasiswa KKN Universitas Tamalatea Makassar, personel Koramil 1405-07/Tanete Rilau, dan lebih dari sepuluh warga sekitar. Bibit pucuk merah (Syzygium oleana) ditanam pada sisi utara, barat, dan selatan tapak, sedangkan tunas kelapa (Cocos nucifera) ditempatkan pada sisi selatan di area pintu masuk koperasi. Sisi timur tapak dikecualikan dari penanaman karena pohon saga (Adenanthera pavonina) yang telah tumbuh di area tersebut masih memberi naungan memadai. Program Penelitian dan pengabdian dengan cara observasi deskriptif kualitatif terhadap perubahan fisik tapak, tingkat keterlibatan peserta, dan respons masyarakat. Hasil program menunjukkan transformasi tapak dari kondisi gersang menjadi area yang lebih hijau dan tertata, dengan potensi penyangga termal yang akan semakin terasa seiring pertumbuhan vegetasi. Keterlibatan dua puluh tujuh mahasiswa dari dua perguruan tinggi dan warga sekitar turut menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap tanaman yang ditanam, sehingga mendukung keberlanjutan perawatan pascaprogram.
Kata kunci : iklim mikro, kolaborasi masyarakat, kualitas tapak, penghijauan, vegetasi
