https://jurnalranah.bunghatta.ac.id/index.php/jrn/issue/feed Ranah Arsitektur 2026-07-06T06:18:07+00:00 Dr. Desy Aryanti, ST., M.A. ranah@bunghatta.ac.id Open Journal Systems <p align="justify"><strong>Jurnal Ranah Arsitektur </strong>is an open access journal focusing on the scientific work of lecturers/academics, practitioners and professionals to the study of architecture issues. This journal discusses issues relating to sustainability in the economic, social, environmental, and institutional dimensions of architecture design in Indonesia and throughout the world.</p> <p align="justify"><strong>Jurnal Ranah</strong> <strong>Arsitektur </strong>is published two times per year in June and December by faculty of Civil Engineering and Planning, Bung Hatta University and peer-reviewed that publishes either original article or reviews. In addition, Jurnal Ranah provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. All articles are downloadable for free-of-charge. For the completion of the journal publication process, all manuscripts should be submitted by Online Submission.</p> https://jurnalranah.bunghatta.ac.id/index.php/jrn/article/view/59 ANALISIS PENJADWALAN WAKTU PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) PADA PEMBANGUNAN PENGINAPAN DAN CONVENCENTER UIN IMAM BONJOL PADANG 2026-06-04T03:24:24+00:00 Indra Khaidir indrakhaidir@bunghatta.ac.id Redha Arima R.M indrakhaidir@bunghatta.ac.id Rahmat Hidayat indrakhaidir@bunghatta.ac.id <p>ANALISIS PENJADWALAN WAKTU PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) PADA PEMBANGUNAN PENGINAPAN DAN CONVENCENTER UIN IMAM BONJOL PADANG</p> <p><strong>Indra Khaidir¹, Redha Arima R.M<sup>2</sup>, Rahmat Hidayat<sup>3</sup></strong><br>¹²Program Studi Teknik Sipil, Universitas Bung Hatta, Padang<br>Email korespondensi: <u>indrakhaidir@bunghatta,ac,id</u></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;</p> <h1>ABSTRAK</h1> <p>Keberhasilan proyek konstruksi sangat dipengaruhi oleh ketepatan penjadwalan waktu karena setiap aktivitas pekerjaan memiliki hubungan ketergantungan yang saling mempengaruhi. Ketidaktepatan dalam penyusunan jadwal proyek dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan, pembengkakan biaya, dan terganggunya pencapaian target proyek. Oleh karena itu, diperlukan metode penjadwalan yang mampu menggambarkan hubungan keterkaitan antar aktivitas pekerjaan secara logis dan sistematis. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Precedence Diagram Method (PDM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keterkaitan antar pekerjaan, menyusun diagram jaringan kerja proyek, menentukan lintasan kritis, menghitung nilai float, serta memperoleh durasi optimum pelaksanaan proyek menggunakan metode PDM pada Proyek Pembangunan Penginapan dan Convencenter UIN Imam Bonjol Padang. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa time schedule dan item pekerjaan proyek. Pengolahan data dilakukan dengan menyusun hubungan predecessor dan successor antar aktivitas, kemudian dianalisis menggunakan metode PDM dengan bantuan software Microsoft Project 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PDM mampu menggambarkan hubungan keterkaitan antar aktivitas pekerjaan secara lebih fleksibel melalui hubungan Finish to Start (FS), Start to Start (SS), dan Finish to Finish (FF). Berdasarkan hasil analisis diperoleh durasi optimum pelaksanaan proyek selama 119 hari kerja atau 17 minggu. Selain itu, terdapat 9 aktivitas pekerjaan yang termasuk ke dalam lintasan kritis, yaitu pekerjaan yang tidak memiliki kelonggaran waktu (float = 0) sehingga keterlambatan pada aktivitas tersebut akan mempengaruhi durasi keseluruhan proyek. Dengan demikian, penerapan metode PDM dapat membantu pengendalian waktu proyek secara lebih efektif dan efisien melalui identifikasi hubungan ketergantungan pekerjaan dan penentuan jalur kritis proyek.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>Precedence Diagram Method</em> (PDM), Penjadwalan Proyek, Jalur Kritis, <em>Float</em>, <em>Microsoft Project </em>2019.</p> 2026-07-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ranah Arsitektur https://jurnalranah.bunghatta.ac.id/index.php/jrn/article/view/62 MENGUNGKAP PERUBAHAN ARSITEKTUR DAN FUNGSI KAWASAN KOTA LAMA MANADO 2026-06-26T08:01:08+00:00 Farhan Kasim farhankasim24@gmail.com <p>Kawasan pusat kota Manado atau kawasan kota lama, dalam kaitan wilayah kota Manado memiliki arti yang sangat penting, berkaitan dengan fakta bahwa pusat kota merupakan kawasan yang paling sering dikunjungi dan memiliki daya tarik sejarah yang terkait dengan perkembangan kota Manado. Kawasan pusat kota merupakan daerah yang memiliki nilai sejarah sekaligus sebagai pusat perdagangan. Penelitian ini diangkat untuk mengetahui perubahan fungsi yang telah terjadi dari sejarah masa lalu samapai sekarang ini di Kota Manado khususnya Kawasan Kota Lama Manado yang kita kenal sekarang ini sebagai Pusat Kota atau kompleks Pasar 45, telah melalui hampir 400 tahun, bertumbuh dan bertransformasi, hingga akhirnya menjadi kota Manado yang kita kenal saat ini. Bentukan bangunan arsitektur dan lanskap yang tersisa di kawasan ini menjadi saksi bisu sejarah yang tidak bernilai. Bangunan-bangunan cantik bergaya Belanda dibangun, membentuk suatu aktivitas pusat masyarakat zaman kolonial yang ramai dan amat dibanggakan pada masanya. Namun pada saat ini kawasan Pusat Kota ini hanya menyisakan bangunan-bangunan tua yang sangat memprihatinkan dan telah hancur dibongkar dan digantikan dengan bangunan-bangunan baru bergaya arsitektur masa kini. Tinjauannya lebih kepada mengungkapkan sejarah pada masa abad 16, masa sebelum kemerdekaan dan sekarang ini untuk dijadikan pembanding dalam melakukan kegiatan konservasi kawasan bersejarah di Kota Manado<strong>.</strong></p> 2026-07-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ranah Arsitektur https://jurnalranah.bunghatta.ac.id/index.php/jrn/article/view/61 Penguatan Kualitas Lingkungan Tapak melalui Penanaman dan Penghijauan di Area Koperasi Merah Putih Jalan A. Hadjerah II, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan 2026-06-25T17:43:18+00:00 Yusuf Raiyyan Kusmanto yusufraiyyan@gmail.com Moh. Sutrisno moh.sutrisno@uin-alauddin.ac.id Farha Purnama Sakir farhapurnama2004@gmail.com Nurhandayani. Nurtang wandanurtang@gmail.com Dewi Anggariani dewi.anggar@rocketmail.com Fibri fibri1205@gmail.com Dian Armitasari.Z dianarmitasari@gmail.com Tri Nur Irmadani yulianatrinurirmadani@gmail.com Muhammad Asrul Syam muhammadasrulsyam86@gmail.com Anugerah Purnama anugerahpurnama77@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kawasan Koperasi Merah Putih di Jalan A. Hadjerah II, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, menghadapi persoalan kualitas lingkungan tapak setelah tahap konstruksi selesai. Halaman bangunan tampak gersang tanpa tutupan vegetasi, dan sampah sisa pembangunan masih berserakan di beberapa sisi area. Kondisi tersebut menurunkan kenyamanan termal pengguna dan melemahkan nilai estetika kawasan sebagai fasilitas publik. Artikel ini menjabarkan kondisi tapak sebelum dan sesudah program, menguraikan proses pelaksanaan penanaman secara partisipatif-kolaboratif, serta menilai perubahan kualitas tapak yang dihasilkan. Program dilaksanakan pada 22 April 2026 melalui lima tahap, yaitu survei lokasi, koordinasi dan perizinan, pengadaan bibit, kerja bakti pembersihan lahan, dan penanaman. Pelaksana program melibatkan delapan mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar, sembilan mahasiswa KKN Universitas Tamalatea Makassar, personel Koramil 1405-07/Tanete Rilau, dan lebih dari sepuluh warga sekitar. Bibit pucuk merah (<em>Syzygium oleana</em>) ditanam pada sisi utara, barat, dan selatan tapak, sedangkan tunas kelapa (<em>Cocos nucifera</em>) ditempatkan pada sisi selatan di area pintu masuk koperasi. Sisi timur tapak dikecualikan dari penanaman karena pohon saga (<em>Adenanthera pavonina</em>) yang telah tumbuh di area tersebut masih memberi naungan memadai. Program Penelitian dan pengabdian dengan cara observasi deskriptif kualitatif terhadap perubahan fisik tapak, tingkat keterlibatan peserta, dan respons masyarakat. Hasil program menunjukkan transformasi tapak dari kondisi gersang menjadi area yang lebih hijau dan tertata, dengan potensi penyangga termal yang akan semakin terasa seiring pertumbuhan vegetasi. Keterlibatan dua puluh tujuh mahasiswa dari dua perguruan tinggi dan warga sekitar turut menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap tanaman yang ditanam, sehingga mendukung keberlanjutan perawatan pascaprogram.</p> <p><em>Kata kunci : iklim mikro, kolaborasi masyarakat, kualitas tapak, penghijauan, vegetasi</em></p> 2026-07-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ranah Arsitektur https://jurnalranah.bunghatta.ac.id/index.php/jrn/article/view/60 CTMT FRAMEWORK: A TRANSFERABLE DESIGN COGNITION PERSPECTIVE TOWARDS ARCHITECTURAL DESIGN 2026-06-25T06:24:37+00:00 Nor Haliza Johari norha542@uitm.edu.my Rusmadiah anwar norha542@uitm.edu.my Nor Nazida Awang norha542@uitm.edu.my <p>Architectural design is a complex cognitive process in which designers continuously integrate conceptual intentions, technical reasoning, material considerations, and technical refinement throughout the design development process. Although existing architectural design methodologies have advanced understanding of design processes and decision-making, they primarily describe procedural stages and iterative workflows, offering limited explanation of the cognitive interactions that shape design reasoning. Addressing this theoretical gap, this study proposes the Concept–Technical–Material–Technical (CTMT) Framework as a transferable design-cognition perspective for architectural design. The framework conceptualises design development as an iterative interaction among conceptual exploration, technical reasoning, material evaluation, and technical refinement, offering a structured perspective on how architectural decisions evolve throughout the design process. Through a conceptual synthesis of design cognition and architectural design theories, this study examines the theoretical relevance of the CTMT Framework for architectural design development. It demonstrates its potential to complement existing design methodologies by integrating conceptual, technical, and material reasoning within a unified cognitive model. The study establishes the CTMT Framework as a transferable perspective on design cognition in architecture, providing a theoretical foundation that advances contemporary discourse on design cognition and supports the integration of conceptual, technical, and material reasoning in architectural design development</p> 2026-07-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ranah Arsitektur https://jurnalranah.bunghatta.ac.id/index.php/jrn/article/view/58 PERAN ARSITEKTUR INTERIOR DALAM MENGHIDUPKAN NARASI KOLEKSI MUSEUM CHENG HO, MALAKA 2026-05-07T00:52:00+00:00 Dias Amanda diasamanda0505@gmail.com Adipar Anugrah adifaranugrah@gmail.com Raeny Tenriola Idrus raeny.tenriola@unm.ac.id <p>Museum Cheng Ho di Malaka berfungsi sebagai ruang pamer yang tidak hanya menampilkan koleksi artefak sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali narasi perjalanan dan nilai budaya Laksamana Cheng Ho. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran arsitektur interior dalam membangun narasi koleksi sehingga mampu menciptakan pengalaman ruang yang edukatif, historis, dan imersif bagi pengunjung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi langsung, dokumentasi visual, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang, sirkulasi, pencahayaan, material, serta penataan pameran memiliki kontribusi penting dalam memperkuat alur cerita yang terkandung dalam koleksi. Interior museum terbukti menjadi medium interpretasi yang menghubungkan pengunjung dengan konteks sejarah, sehingga koleksi tidak hanya dilihat sebagai benda, melainkan juga sebagai bagian dari kisah perjalanan Cheng Ho. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur interior berperan strategis dalam menyampaikan narasi koleksi dan memberikan rekomendasi pengembangan desain interior berbasis storytelling untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan nilai edukasi museum.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci: arsitektur interior, Cheng Ho, koleksi, museum, narasi.</strong></p> 2026-07-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ranah Arsitektur https://jurnalranah.bunghatta.ac.id/index.php/jrn/article/view/5 REVITALISASI KAWASAN SEJARAH TERHADAP POTENSI INDUSTRI BATIK MENJADI KAWASAN WISATA KAMPUNG BATIK SEBERANG KOTA JAMBI 2024-07-13T04:01:14+00:00 Riska Nofri Yesa riskanofriyesa@gmail.com Jonny Wongso jonnywongso@bunghatta.ac.id Zulherman Zulherman zulherman@bunghatta.ac.id <p>ABSTRACT</p> <p>Jambi City is located on the east coast of Sumatra Island which is the capital of Jambi Province <br>which is separated into 2 sides, namely North and South. As time goes by, there are more and <br>more visible differences in the two areas that are divided by the Batanghari River flow, both <br>physically and non-physically. On the north side, this area is considered underdeveloped and <br>still very traditional and even tends to be shabby. Even though it has so much potential that can <br>be developed, one of them is the central of batik jambi which is located in the Teluk Lake <br>District and currently has the most batik industry craftsmen, namely in Ulu Gedong Village. <br>The purpose of this study is to produce guidelines in the design of the Seberang Kota Jambi <br>area which is the central area for producing the batik industry, as well as identifying the <br>physical form of the Seberang Jambi city space, especially in the Teluk Lake District which is a <br>historical area with complex problems and potentials in supporting the development of <br>economic, social, cultural, tourism and environmental aspects. For this reason, in the process <br>this research refers to historical study methods in urban concepts that can provide a multiplier <br>effect in the development of the surrounding area.</p> <p><br>Keywords : Batik Village, Cultural Heritage, Seberang Jambi City, The Central of Batik Jambi</p> 2026-07-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Ranah Arsitektur