ANALISIS PENJADWALAN WAKTU PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) PADA PEMBANGUNAN PENGINAPAN DAN CONVENCENTER UIN IMAM BONJOL PADANG

Authors

  • Indra Khaidir Universitas Bung Hatta
  • Redha Arima R.M Universitas Bung Hatta
  • Rahmat Hidayat Universitas Bung Hatta

Abstract

ANALISIS PENJADWALAN WAKTU PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) PADA PEMBANGUNAN PENGINAPAN DAN CONVENCENTER UIN IMAM BONJOL PADANG

Indra Khaidir¹, Redha Arima R.M2, Rahmat Hidayat3
¹²Program Studi Teknik Sipil, Universitas Bung Hatta, Padang
Email korespondensi: indrakhaidir@bunghatta,ac,id

 

 

ABSTRAK

Keberhasilan proyek konstruksi sangat dipengaruhi oleh ketepatan penjadwalan waktu karena setiap aktivitas pekerjaan memiliki hubungan ketergantungan yang saling mempengaruhi. Ketidaktepatan dalam penyusunan jadwal proyek dapat menyebabkan keterlambatan pelaksanaan, pembengkakan biaya, dan terganggunya pencapaian target proyek. Oleh karena itu, diperlukan metode penjadwalan yang mampu menggambarkan hubungan keterkaitan antar aktivitas pekerjaan secara logis dan sistematis. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Precedence Diagram Method (PDM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keterkaitan antar pekerjaan, menyusun diagram jaringan kerja proyek, menentukan lintasan kritis, menghitung nilai float, serta memperoleh durasi optimum pelaksanaan proyek menggunakan metode PDM pada Proyek Pembangunan Penginapan dan Convencenter UIN Imam Bonjol Padang. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa time schedule dan item pekerjaan proyek. Pengolahan data dilakukan dengan menyusun hubungan predecessor dan successor antar aktivitas, kemudian dianalisis menggunakan metode PDM dengan bantuan software Microsoft Project 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PDM mampu menggambarkan hubungan keterkaitan antar aktivitas pekerjaan secara lebih fleksibel melalui hubungan Finish to Start (FS), Start to Start (SS), dan Finish to Finish (FF). Berdasarkan hasil analisis diperoleh durasi optimum pelaksanaan proyek selama 119 hari kerja atau 17 minggu. Selain itu, terdapat 9 aktivitas pekerjaan yang termasuk ke dalam lintasan kritis, yaitu pekerjaan yang tidak memiliki kelonggaran waktu (float = 0) sehingga keterlambatan pada aktivitas tersebut akan mempengaruhi durasi keseluruhan proyek. Dengan demikian, penerapan metode PDM dapat membantu pengendalian waktu proyek secara lebih efektif dan efisien melalui identifikasi hubungan ketergantungan pekerjaan dan penentuan jalur kritis proyek.

Kata Kunci: Precedence Diagram Method (PDM), Penjadwalan Proyek, Jalur Kritis, Float, Microsoft Project 2019.

Downloads

Published

2026-07-06