Analisis Penerapan Konsep Arsitektur Terapeutik Ruang Terbuka Publik Di Taman Kota Pekanbaru
Keywords:
Tugas Mata Kuliah PPKI & Permasalahan Arsitektur, Therapeutic architecture, public open space, urban park, Pekanbaru, public healthAbstract
ABSTRACT
The concept of therapeutic architecture focuses on the design of spaces that are able to provide healing effects for its users, both physically and mentally. City parks as public open spaces have an important role in supporting public health through the provision of a comfortable and refreshing environment. This research uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach to evaluate the therapeutic elements applied in Pekanbaru City Park. Data were collected through field observations, interviews with visitors, as well as related literature studies. The analysis was conducted on aspects such as layout, vegetation, air circulation, natural lighting, and supporting facilities.The results showed that Pekanbaru City Park has adopted some elements of therapeutic architecture, such as the use of diverse vegetation and large open areas. However, there are some aspects that require improvement, such as the provision of more user-friendly facilities and improved accessibility. The conclusion of this study confirms the importance of applying therapeutic architecture in the design of public open spaces to improve the quality of life of the community.
Keywords: Therapeutic architecture, public open space, urban park, Pekanbaru, public health
ABSTRAK
Konsep arsitektur terapeutik berfokus pada desain ruang yang mampu memberikan efek penyembuhan bagi penggunanya, baik secara fisik maupun mental. Taman kota sebagai ruang terbuka publik memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui penyediaan lingkungan yang nyaman dan menyegarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengevaluasi elemen-elemen terapeutik yang diterapkan di Taman Kota Pekanbaru. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengunjung, serta studi literatur terkait. Analisis dilakukan terhadap aspek-aspek seperti tata letak, vegetasi, sirkulasi udara, pencahayaan alami, dan fasilitas pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Kota Pekanbaru telah mengadopsi beberapa elemen arsitektur terapeutik, seperti penggunaan vegetasi yang beragam dan area terbuka yang luas. Namun, terdapat beberapa aspek yang memerlukan peningkatan, seperti penyediaan fasilitas yang lebih ramah pengguna dan peningkatan aksesibilitas. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan arsitektur terapeutik dalam perancangan ruang terbuka publik untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kata kunci: Arsitektur terapeutik, ruang terbuka publik, taman kota, Pekanbaru, kesehatan masyarakat
